Dalam dunia yang tak lagi bersekat -sekat seperti saat ini dan dengan laju percepatan perkembangan yang tanpa ampun(unforgiving), perspektif nostalgis dan defensif yang serba paranoid seperti diatas itu, terlalu simplistik, tidak memadai bahkan mungkin "delusif". Yang sebenarnya diperlukan barangkali adalah perspektif "mundur untuk kedepan" (back to the future), yakni: sikap eksploratif saat menghadapi kekayaan tradisi dari masa lalu, sekaligus terbuka, kolaboratif, bertualang dan kreatif ketika berhadapan dengan peluang masa depan. Untuk itu yang diperlukan adalah perubahan paradigmatik dalam memandang keadaban; dan ini adalah masalah pendidikan, terutama bila yang kita pertaruhkan adalah generasi masa depan.
Pada 24 Oktober 2017, diadakan acara rount table discussion (Diskusi satu meja)di Lembaga Pengkajian MPR RI. Bertemakan, "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa : Pendidikan Nasional Menurut UUD NRI 1945". Sejumlah pakar dan praktisi hadir disana. Ada Prof. Dr. Arief Rachman, Prof.Dr.Din Syamsudin, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Prof.Dr. Anwar Arifin, Prof.Dr. Satryo Soemantri Brodjonegoro, beberapa rektor perguruan tinggi, ketua PGRI dan sejumlah pakar pendidikan lain. Turut hadir sejumlah anggota Lembaga Pengkajian MPR, pimpinan MPR para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketika seseorang mengambil sebuah cita - cita maka dia berusaha untuk mencapainya dengan segala potensi yang ada dalam dirinya. Baik cita - cita untuk meraih capaian akademik maupun non akademik. Keberhasilan seseorang dalam meraih cita - cita harus direncanakan sejak awal. Gagal didalam merencanakan berarti gagal dalam cita - cita. Demikian juga Nashita Putri dara muda kelahiran Sragen tersebut memulai karir renangnya sejak usia belia. Pada jenjang SD dia sudah banyak menorehkan prestasi baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Ketika memasuki jenjang sekolah menengah pertama prestasi Nashita semakin menjulang.
PADA tahun 2025, di sebuah semesta fiksi, ada seorang lelaki kesepian bernama Theodore Twombly. Ia bekerja sebagai seorang penulis surat bagi siapa saja yang ingin mengirimkan surat pribadi kepada orang terdekat tetapi tidak memiliki waktu.
Sobat Spenma yang pengin tahu informasi seleksi penerimaan murid baru (SPMB) di SMP Negeri 5 Sragen. Nih mimin spill dikit infonya. Yuks ramai-ramai daftarin adik, saudara, teman - teman ke SMP Negeri 5 Sragen.
PENDIDIKAN sebagaimana yang diamanatkan oleh UUD 1945 adalah adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Ini bertujuan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa.
KEPEMIMPINAN sebuah organisasi tidak lahir begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang dan berliku. Baik kondisi keluarga, ekonomi, maupun lingkungan semua itu merupakan faktor yang membentuk kepemimpinan pada diri seseorang.
Gema takbir berkumandang pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 menandakan hari nan fitri yang ditunggu jutaan umat Islam di seluruh dunia sudah datang. Raut kebahagiaan terlihat setelah menjalankan puasa satu bulan penuh. Berha
Semangat untuk terus meningkatkan ibadah di Bulan Ramadhan tahun 2026 terlihat ketika murid - murid SMPN 5 Sragen melakukan tarhib atau pawai menyambut bulan Ramadhan diawal tahun ini.
FENOMENA yang tiap hari kita lihat semakin miris bagaimana sebagian pelajar kita berperilaku seperti orang yang tidak terpelajar. Sudah seharusnya sebagai seorang murid tugas utama yang dilakukan adalah belajar untuk masa depan yang lebih baik.
"The concept of disruption is about competitive response; it is not a theory of growth. It's adjacent to growth. But it's not about growth. " -Clayton M. Christensen- Sesekali dalam hidup ini kita akan menjadi saksi perubahan.
Mendapatkan sebuah penghargaan dalam bidang lingkungan hidup memang bukan pekerjaan yang mudah bagi SMP Negeri 5 Sragen. Berawal dari adiwiyata kabupaten kemudian adiwiyata nasional baru menuju adiwiyata mandiri.
Silih bergantinya tahun dari 2025 ke tahun 2026 menjadi momentum baru bagi SMP Negeri 5 Sragen. Semua capaian yang telah didapatkan pada tahun 2025 tidak membuat kita merasa jumawa.